Kami pindah…

Website resmi PPI Chiba telah berubah dari ppichiba.wordpress.com menjadi:

http://chiba.ppijepang.org/

Advertisements

Indonesia Pusaka & Tari Indang di Universal Festival

Setelah mendapatkan kesempatan menampilkan kepiawaian dalam bermain angklung pada acara tahunan Chiba University di tahun 2009 yang lalu, tahun ini Indonesia kembali mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan keindahan alam Indonesia serta kesenian dan kekayaan budaya yang selalu menjadi pusat perhatian di kalangan international. Tahun ini, tepatnya 17 Mei 2011, Indonesia berkesempatan untuk menampilkan Tari Indang dan menyanyikan Indonesia Pusaka dalam versi bilingual (Indonesia-Jepang) setelah penampilan dari 3 negara lainnya yaitu Syria, America, dan China.

Tim Indang sebelum beraksi di atas panggung

Penampilan negara Indonesia dipimpin oleh salah satu mahasiswa pertukaran (exchange student), Ryan Adi Putra, yang berasal dari Sastra Jepang Universitas Indonesia (UI). Penampilan Indonesia dibuka dengan presentasi yang sangat menarik dengan memperkenalkan tidak hanya tempat wisata, namun juga beragam rumah dan pakaian adat hingga makanan khas Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan Indonesia Pusaka kembali dibawakan oleh Ryan dan ditutup dengan penampilan Tari Indang. Tari Indang di tanah Chiba merupakan yang pertama kalinya dan mendapat sambutan yang sangat positif dari berbagai kalangan. Tarian asal Sumatra Barat ini telah membuat para audience berdecak kagum karena selain mahasiswa Indonesia, tim penari pun terdiri dari 3 mahasiswi Jepang (Ayaka, Ayumi, dan Akiko).

Aksi panggung Tari Indang


Tim Indonesia Universal Festival

Setelah tampil di atas panggung, PPI Chiba pun tidak lupa untuk memperkenalkan angklung kepada para pengunjung di malam ramah tamah. PPI Chiba memiliki asosiasi angklung yang diprakarsai oleh ibu-ibu dan bapak-bapak Jepang yang pernah tinggal di Indonesia. Karena kecintaan mereka terhadap Indonesia, mereka pun membentuk Asosiasi Angklung PPI Chiba yang selalu tampil di berbagai acara. Pada UF kali ini, walaupun kami tidak menapilkan angklung di acara panggung, namun kami tetap memperkenalkan angklung pada malam ramah tamah.

Suasana 'Malam Ramah Tamah'

Semoga partisipasi PPI Chiba dalam acara Universal Festival dapat turut andil dalam memperkenalkan kesenian dam kebudayaan serta kekayaan Indonesia di mata internasional. Karena kalau bukan kita, siapa lagi? ūüėČ

Untuk dokumentasi berupa video, dapt dilihat di link berikut ini:

Salam,

Mentri Kebudayaan PPI Chiba 2011-2012

Plice

Walaupun disebut sebagai negara maju, di Jepang penggunaan Bahasa Inggris tidaklah umum. Jarang sekali ditemui orang-orang lokal yang bisa berbahasa Inggris dengan baik, bahkan untuk mahasiswa pada jenjang S2 atau S3 juga tidak terlalu banyak yang dapat secara fasih berbahasa Inggris. Wikipedia mencatat pada tahun 2002, negara dengan score TOEFL terendah se-Asia adalah Jepang.

Untuk itu, bagi mereka yang ingin studi atau bekerja di Jepang, bahasa utama yang perlu dikuasai adalah Bahasa Jepang (agar lebih bisa hidup dengan lebih mudah). Tentunya menguasai Bahasa Inggris akan lebih baik.

Foto di bawah ini diambil di sebuah barbershop yang terletak di sepanjang jalan utama Stasiun Inage – International Guest House Chiba University. Kata “PRICE” tertulis “PLICE”, entah suatu kesengajaan atau bukan.

Chiba University Alumni Association

Meneruskan laporan dari Mba Ira Rasikawati soal Peresmian Chiba University Alumni Association (CUAA).

Dear All:

Selamat untuk Pak Dodi ketua CUAA terpilih. Senang akhirnya bisa bertemu muka langsung dengan Bapak dan semua alumni Chibadai yang selama ini hanya tahu nama. Semoga dikemudian hari bisa bekerja sama.

Numpang melaporkan, akhirnya para delegasi CU termasuk President Saito dan Vice President Nonami, jadi mampir di Ukrida malam harinya untuk menikmati tarian tradisional Indonesia dan jamuan sederhana makan malam. Sempat kuatir tidak bisa memberikan sajian yang baik karena persiapan efektif hanya satu hari (Senin) mengingat baru dapat konfirmasi hari Sabtu, namun syukur acara berjalan lancar dan tepat waktu. Ternyata pengalaman jadi crew EO Indonesia wo manabu dan daisai 2007 di PPI sangat berguna:-)

Sodeyama San, salah satu staff International Affairs Division, berkata kalau Soto Lamongan (jadi ingat Pak Mulyadi) yang disajikan mirip buatan PPI di Chiba. Hebat juga juru masak kita di PPI Chiba ya. Siapa gerangan pengganti Mas Romi, Mbak Cici dkk sekarang?

Tarian Indonesia yang disajikan: Srikandi Larasati, Gatot Kaca Pergiwa, Yapong, dan Lenggang Melayu. Pak Josaphat ikut membantu memperkenalkan makna tarian Jawa dalam bahasa Jepang. Dapat pengetahuan baru dari beliau, ternyata Tetuko itu nama Gatot Kaca saat kecil. Yang paling menyenangkan saat Prof. Tateishi dan beberapa staf lainnya ikut menari Yapong dengan semangat, dan President Saito menampilkan gerakan tari traditional Jepang diiringi musik tepukan tangan para hadirin. Sangat mengesankan.

Untuk Mas LBA, saya dapat pesan dari Pak Mu’man Nuryana, Head of Planning Bureau dari Secretarial General, Planning Bureau, Ministry of Social Affairs (Begitu info dari BC-nya), beliau minta di add ke mailist ini: email: nuryanamuman@yahoo.com. Pak Mu’man bergabung ke Ukrida karena berhalangan hadir paginya dan ingin bertemu Aoki Sensei.

Sebelum laporan jadi kepanjangan, terimakasih kepada Aoki Sensei dan Niikura Sensei yang membuat pertukaran budaya ini terlaksana. Bila diperlukan dikemudian hari, Ukrida siap untuk menerima para tamu alumni. Sekian laporan dari Ukrida.

best, ira

NB: Kami keluarga besar PPI Chiba mengucapkan selamat kepada DR. Dodi Sudiana sebagai Ketua CUAA. Semoga kerjasama Chiba University dan Universitas-universitas di Indonesia akan lebih baik ke depannya nanti.

Biaya di Jepang Mahal?

Menurut ECA Internasional (perusahaan human resource consulting di Amerika), Tokyo menduduki kota termahal peringkat 1 di dunia. Di peringkat berikutnya ada Oslo (Norwegia), Luanda (Angola), Nagoya (Jepang), Yokohama (Jepang), Stavanger (Norwegia), Kobe (Jepang), Copenhagen (Denmark), Genewa (Swiss), Zurich (Swiss). Kota New York (USA) berada di peringkat 29 (mungkin terpengaruh melemahnya nilai dolar). Peringkat 1, 4, 5, 7 adalah kota di Jepang. Dari fakta ini, (dengan sedikit nggak rela) bisa ditarik kesimpulan bahwa biaya hidup di Jepang mahal.

Semahal apa? [For the sake of simplicity, I will use rupiah instead of yen]

Di Chiba (which is 40km from Tokyo – yang berarti sedikit banyak kena imbas ke-mahal-an biaya di Tokyo), saya mencatat beberapa harga kebutuhan pokok [P] dan nggak pokok [GP]:

  • [P] Harga beras 5KG rata-rata 200rb (atau 40rb/kg) – (di Indonesia: 4rb/kg).
  • [P] Harga nasi putih 200gram 10rb – (di Indonesia: 2rb).
  • [P] Harga sekotak bento biasa 50rb – ada juga yang 30rb, tapi nasinya cuman 3 ato 4 sendok (mungkin itu sebabnya mereka makan pake sumpit, biar bisa disuap berkali-kali)
  • [P] Harga mie instan 20-30rb sementara di Indo 2rb.
  • [GP] Harga ramen (mie) di depot 50rb (di Indo pangsit mie hanya 5rb ato 10rb).
  • [GP] Harga 1 roti sekelas bread story, 20rb (di Indo 10rb).
  • [GP] Harga softdrink/minuman kaleng 10rb.
  • [P] Harga apartemen yang paling murah 3jt/bulan (setidaknya saya blom pernah mendengar ada apartemen di bawah harga tersebut), rata2 (apartemen kelas menengah) 5jt/bulan. (Di Indo kost 300-700rb)[P] Harga tiket kereta antar stasiun (2-3menit perjalanan) 13rb. (Di Indo, angkot 2-5rb)[GP] Harga potong rambut di barber shop kelas menengah 400rb. (Di Indo, sekitar 20rb)
  • [P] Harga satu buah apel: 15rb (iya, satu biji, bukan 1 kilo).
  • [GP] Harga satu tandan pisang (isi 8 biji): 20rb (di Indo, kalo udah musim pisang malah dibuang2)
  • [P] Harga 8 batang cabe merah (yang udah keriting dan rada2 kering gak jelas), 15rb!! (dan ini yang bikin saya rada ilfeel sampe berkeinginan nanem lombok di pot agar bisa makan nasi pake sambel).

Mahal ya? Emmm…. Depends on your framework.

Gaji seorang pegawai fresh graduate di Jepang, berkisar antara 200-250rb yen/bulan (yang kalo di-rupiahkan adalah 20-25jt). Gaji seorang fresh graduate di Indonesia, berkisar antara 1.5-2jt rupiah/bulan. Supaya gampang, anggep aja gaji pegawai A yang kerja dan hidup di Jepang adalah 20jt/bulan dan gaji pegawai B yang kerja dan hidup di Indonesia adalah 2jt/bulan. Perbandingan uang yang diterima antara pegawai A dan pegawai B adalah 10:1.

  • Seandainya seluruh gaji pegawai A di dibelikan beras (yang harga sekilonya 40rb), maka dia akan mendapatkan 20jt/40rb = 500Kg beras. Sementara, bagi pegawai B (Indonesia) jika seluruh gajinya dibelikan beras maka dia akan mendapat 2jt/4rb = 500Kg. Sama.
  • Seandainya seluruh gaji pegawai A dibuat untuk sewa apartemen, maka dia bisa menyewa apartemen selama 20jt/4jt = 5 bulan. Sementara, bagi pegawai B, gajinya yang 2jt juga bisa digunakan untuk kost selama 5 bulan. Sama.
  • Seandainya pegawai A ingin berwisata ke Tokyo Disneyland, dia harus spend untuk tiket masuknya sebesar 580rb (atau let’s say 1jt untuk belanja dan makan siang di sana – which means 5% dari total gaji). Sementara pegawai B yang ingin berwisata ke Jatim Park atau Taman Safari, dia harus spend untuk tiket masuk sebesar 50rb (atau let’s say habis 100rb untuk makan dan beli oleh2, which means juga 5% dari total gajinya). Sama.
  • Untuk sekali makan siang biasa, pegawai A spend 50rb-100rb (atau 0.25-0.5% dari seluruh total gajinya), sementara bagi pegawai B, sekali makan siang spend 5-10rb (atau 0.25-0.5% dari seluruh total gajinya). Nggak jauh beda.

Harga di Jepang akan sangaaaattt mahal ketika pegawai B dengan standard gaji Indonesia, hidup di Jepang. Tapi kalau pegawai B tetap hidup di Indonesia, maka pegawai B punya strata sosial yang sama dengan pegawai A. That’s why ketika ada yang bilang, “Biaya hidup di Jepang mahal ya”, obviously si penanya menggunakan framework “penghasilan Indonesia”… Jika memandang dari framework “penghasilan Jepang”, ya sebenarnya nggak mahal juga. In fact, beberapa produk lokal seperti ikan laut, udang, cumi, kepiting, dan telor harganya bisa SAMA (atau bahkan lebih murah) dibandingkan Indonesia!

Gambar bento 70rb rupiah yang kalo dimakan dengan framework “Penghasilan Indonesia” bisa langsung kehilangan selera makan.

Tips Ringkas Mencari Beasiswa

Beberapa kali saya mendapatkan pertanyaan lewat email, bagaimana trik mencari beasiswa, membuat CV dan motivation letter. Supaya tidak mengulangi jawaban untuk pertanyaan yang sama, saya tuliskan saja di note ini.

Lebih susah mana mencari beasiswa untuk S2 atau S3 ?

(S2= Master, S3= PhD, biar tidak salah persepsi =p)

Saya pernah mendapatkan pertanyaan seperti ini. Dan sempat pusing untuk menjawabnya. Tidak bisa dikatakan satu lebih mudah dari yang lain. Sama-sama susahnya, dan sama-sama butuh effort yang tinggi. Cuman, untuk beasiswa S2 biasanya bersifat kompetisi penuh.

Kompetisi penuh itu artinya membutuhkan persiapan yang matang mulai dari pendaftaran aplikasi, CV, kemampuan bahasa (TOEFL, TOEIC, French, Japanese and etc). Kemudian dilanjutkan dengan wawancara untuk menjadi kandidatnya. Beasiswa macam ini, anda bertarung dengan banyak kompetitor. Ada mungkin ribuan, dan yang berhasil mungkin hanya 20 atau kurang.

Contoh beasiswa ini adalah Beasiswa Monbukagakusho, Inpex, ke Jepang, Shell, Chevenning, Fullbright, Erasmus Mundus, dll.

Sedangkan untuk mencari beasiswa S3, selain kompetisi penuh, ada juga kesempatan untuk mendapatkan setengah kompetisi karena ada koneksi dengan alumni. Untuk S2, sangat tidak mungkin. Karena biasanya S3 bisa dikatakan juga sebagai suatu pekerjaan. Mendapatkan sallary daripada scholarship.

Membuat CV dan Motivation Letter

Inilah bagian yang sering ditanyakan. Tidak ada rahasia khusus untuk membuat CV, karena anda menuliskan apa yang anda miliki. Jangan sekali kali menuliskan sesuatu yang berbeda sama sekali antara kenyataan diri dengan CV. Anda melamar beasiswa, bukan melamar sebagai seorang marketing yang kesannya adalah promosi diri anda. You write what are best describing you. Untuk format CV, ada contoh bagus dapat diliat disini :

http://europass.cedefop.europa.eu/europass/home/vernav/Europass+Documents/Europass+CV.csp

Motivation letter adalah salah satu yang setidaknya setiap orang punya strategi yang unik. Biasanya, Motivation letter bisa membedakan satu aplikan dengan aplikan lainnya. Meskipun umumnya aplikasi dipilih berdasarkan bobot penilaian mulai dari :

  1. Profil akademik, achievement and etc. biasanya bobot 40 %
  2. Surat rekomendasi dari pembimbing (i.e., professor). Bobot 20 %
  3. Kemampuan bahasa (Toefl misalnya). Bobot 20%
  4. CV and motivation letter. Bobot 20 %

Pembobotan tidak mutlak demikian, bisa berbeda-beda, umumnya saja seperti itu. Jadi, motivation letter meskipun bukan paling utama, tetap sangat penting.

Membuat motivation letter harus lah singkat, jelas dan tegas.

Singkat artinya anda tidak bertele-tele, tidak sedang membuat mini CV. Jelas anda punya gambaran apa yang akan anda lakukan jika anda diterima, atau dengan kata lain, anda punya visi yang jelas. Tegas artinya anda punya minat dan ketertarikan untuk belajar dan mendapatkan beasiswa tersebut.

Step by Step mencari beasiswa

  1. Ikuti milist beasiswa di http://groups.yahoo.com/group/beasiswa. Banyak info beasiswa disana.
  2. Rajin berkunjung ke link agregat beasiswa seperti: :http://www.beasiswas.org/ atau http://scholarship-positions.com/.
  3. Aktif mencari info ke website berbagai penyedia beasiswanya seperti mombukagakusho, Shell, Fullbright, dll.
  4. Khusus untuk beasiswa erasmus mundus, Silahkan kunjungi ini : http://eacea.ec.europa.eu/erasmus_mundus/results_compendia/selected_projects_action_1_master_courses_en.phpatau http://emundus.wordpress.com/ dan http://www.indoem.info/.
  5. Jika anda lupa semuanya, hanya ada satu tempat yang patut anda kunjungi : http://www.google.com/. Ya, hanya itu yang anda butuhkan bukan ? :p

Link-Link Ajaib

  1. Euroaxess Jobs : http://ec.europa.eu/euraxess/index.cfm/jobs/index, menyediakan informasi riset, PhD, postdoc, hingga pengajar. Beasiswa bermacam-macam, dan yang spesial adalah Marie Curie project, atau suatu project PhD yang didanai oleh European Union.
  2. Aggregate pencarian CampusFrance :http://www.campusfrance.org/fria0910/bourse/index.html#app=4b3c&326d-si=0
  3. Abg Asso, sumber informasi untuk PhD di Prancis utamanya, dan ada juga untuk negara-negara eropa lainnya. Silahkan berkunjung ke link berikut : http://www.abg.asso.fr/1
  4. Jika anda belajar mechanics, materials engineering, yang berkaitan erat dengan fatigue, creep, constitutive modeling, FEM dan aneka macam multiscale modeling lainnya, link berikut harus anda kunjungi :http://imechanica.org/taxonomy/term/73
  5. Untuk beasiswa belajar ke Jepang, disini tempat nya untuk mencari informasi :http://beasiswa.ppijepang.org/index.php

Masih banyak lagi link-link lainnya. Dan setiap orang yang rajin mencari, pasti memiliki database yang banyak. Selamat mencoba